Langsung ke konten utama

Generasi Langgas (Millenials), Startup, dan Ekosistem Wirausaha


Pada tahun 2017 ini saya membuka sebuah survey bagi Generasi Langgas (Millenials), yang kini masih berjalan, yaitu mengenai seberapa jauh kota-kota urban di Indonesia ramah terhadap aspirasi dan aktivitas millenials.

Data-data awal atau preliminary results menunjukkan beberapa temuan yang menarik. Dalam salah satu bagian dari survey yang kita beri judul 'Most Nongkrongful Cities Survey', kita menanyakan 'Bagaimana keadaan lingkungan pendukung (ekosistem) kewirausahaan bagi kawula muda di kota kamu?"

Motivasi saya menanyakan hal tersebut tentunya lantaran geliat wirausaha muda yang kini kian menguat, terutama di ranah digital atau startup. Di Indonesia sendiri sudah terdapat lebih dari 2000 startup, saat ini yang paling banyak diminati adalah dalam ranah transportasi, e-commerce, games, dan edukasi. Dengan fakta bahwa pengguna internet di Indonesia berjumlah lebih dari 70 juta manusia, daya tarik startup di Indonesia bagi para investor asing kian meluas.

Terlepas dari berbagai fakta tersebut, bagaimanakah sebenarnya ekosistem sebuah kota mendukung tren wirausaha dari kalangan Generasi Langgas (Millenials). Data preliminary menunjukkan bahwa kota belum terlalu memfasilitasi aspirasi wirausaha pemuda. Hal tersebut terlihat dari nilai rata-rata (sebagaimana tertera pada chart) yang masih berada di bawah angka 7 (dari skala 1 sangat buruk hingga 10 sangat baik).

Diantara aspek yang kurang baik dengan nilai 5 adalah:

Kepengurusan pajak bagi wirausaha muda
Dalam aspek ini para wirausaha muda kerap bingung memenuhi aspek prosedural serta menemukan guide serta tutorial yang jelas mengenai kepengurusan pajak bagi startup.

Ketersediaan pinjaman bagi wirausaha muda
Dalam aspek ini lagi-lagi diseminasi informasi menjadi hambatan utama, Para wirausaha muda kerap tidak mengetahui peluang serta fasilitas pinjaman yang tersedia bagi mereka.

Kemudahan perizinan bagi wirausaha muda
Untuk bisa membuka sebuah usaha di kota besar kerap membutuhkan networking yang luas serta jalur-jalur alternatif. Persepsi ini kerap menjadi hambatan utama bagi generasi millenials atau generasi langgas untuk berani membuka sebuah usaha. Tersedianya kemudahan fasilitas satu pintu sebagaimana diterapkan di kota DKI Jakarta seharusnya mempermudah, namun informasi tersebut masih jauh dari jangkauan anak muda.

Ketersediaan incubator wirausaha muda
Kini kita bisa melihat banyak bermunculan berbagai incubator bagi wirausaha muda. Akan tetapi, pertumbuhan tersebut masih terasa kurang bila dibandingkan dengan potensi demografis yang ada. Terlebih lagi, incubator wirausaha muda kerap segmented pada daerah tertentu, kategori usaha tertentu sampai kelas ekonomi tertentu.

Semoga informasi ini dapat menjadi masukan berharga bagi pihak pemerintah daerah juga para stakeholder yang berkepentingan di bidang startup, wirausaha, juga kepemudaan. Kedepan hasil data preliminary ini akan terus diperkaya dan akan dipublikasi demi terwujudnya perubahan sosial bagi generasi langgas.


Muhammad Faisal PhD
Founder Youth Laboratory Indonesia
Co-Writer Buku Generasi Langgas



Komentar